Redaksi

Redaksi

Penerima Beasiswa Disorot, Legislator PKS Menilai Musababnya oleh Sistem yang Belum Baik

Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kutim. Foto: The Limit

Penerima Beasiswa Disorot, Legislator PKS Menilai Musababnya oleh Sistem yang Belum Baik

Sangatta, thelimit.id – Penerima beasiswa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Agusriansyah Ridwan. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai hal itu lantaran sistem yang belum baik.

Atas dasar tersebut, saat ini polemik yang terjadi di lapangan adalah para penerima beasiswa mana yang benar-benar layak dan tidak.

“Mestinya diverifikasi gitu loh yang mana layak untuk menerima, mudah-mudahan kedepan sistemnya diperbaiki kembali,” kata Agusriansyah.

Selain itu, diketahui bahwa ada stigma yang terbangun dalam pengajuan beasiswa tersebut. Informasi yang ia ketahui di lapangan mengatakan bahwa terkadang hal itu dimanfaatkan oleh para tenaga pendidik.

Baca juga:  Legislator Kutim Tekan Pemkab Jalankan Mandatory Spending demi Kesejahteraan Rakyat

Namun, Agusriansyah menepis isu itu dengan mengatakan, stigma seperti demikian perlu pembuktian. Karena yang pastinya itu di buka untuk umum, berdasarkan kriteria yang ada.

“Apakah itu bisa secara personal mengajukan beasiswa itu atau bisa juga dengan cara di akomodir di sekolah, kan begitu, “

Persoalan di masyarakat yang sering kali menguak bahwa terkadang hal itu dimanfaatkan oleh tenaga pendidik, tapi tentu saja perlu dibuktikan terlebih dahulu.

Baca juga:  Fraksi PDI Perjuangan Kutim, Dukung Penuh Ranperda Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Karena analisisnya ada bahwa bukan mengenai itu, tetapi persoalan akses masih banyak yang tidak bisa melakukan dan penyebab-penyebab lain, katanya.

Oleh sebab itu, sambungnya, perlu dorongan secepatnya, tetapi jikalau benar adanya persoalan sistem, maka ia menawarkan. Bagaimana bila pihak sekolah mengajukan dalam bentuk database dengan persyaratan yang diperlukan.

“Kan ada persyaratan yang berhak lulus itu, ada assesment penilaian yang dari bidang yang membidangi, kan begitu, ” tandasnya. (*/Fbt)