
Kutai Timur, thelimit.id – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Arfan, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur untuk segera memperbaiki jalan-jalan rusak di berbagai desa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Infrastruktur jalan yang buruk telah menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di wilayah pedesaan, terutama dalam hal transportasi dan distribusi barang.
Arfan menjelaskan bahwa DPRD Kutai Timur menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan yang semakin memburuk di sejumlah desa, menyebabkan kesulitan bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari.
“Jalan yang rusak parah membuat masyarakat kesulitan dalam menjalankan aktivitas ekonomi, seperti mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Ini sangat mempengaruhi kesejahteraan mereka,” ujar Arfan. Senin (12/08/24)
Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur jalan merupakan hal mendesak yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah. “Pemerintah harus segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki dan membangun jalan-jalan di desa. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. Dengan akses jalan yang baik, distribusi barang dan jasa akan lebih lancar,” tegasnya.
Selain itu, Arfan menyebutkan bahwa perbaikan jalan juga akan membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penting seperti kesehatan dan pendidikan. “Jalan yang baik akan mempercepat akses warga menuju fasilitas kesehatan dan sekolah, sehingga ini juga berpengaruh pada aspek kesejahteraan lainnya,” tambahnya.
DPRD Kutai Timur berharap Pemkab dapat segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki infrastruktur jalan di desa-desa, mengingat pentingnya akses yang lancar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan. “Kita tidak bisa menunda lagi. Pemerintah harus bergerak cepat agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud melalui perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan,” tutup Arfan.
Perbaikan jalan di desa-desa ini diharapkan akan memberikan dampak signifikan dalam mendukung kegiatan ekonomi lokal serta mempermudah distribusi barang di wilayah Kutai Timur. (*/Re)





