
Kutai Timur, Thelimit.id – Faizal Rahman, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kutai Timur, menilai bahwa budidaya pisang kapok menawarkan peluang signifikan bagi para petani untuk mengembangkan agribisnis di daerah tersebut. Faizal menekankan pentingnya perlindungan bagi petani pisang kapok, mengingat penghasilan mereka yang cukup besar dari komoditas ini.
“Petani pisang kapok harus mendapatkan perlindungan karena hasil panen mereka sudah cukup menguntungkan. Ini merupakan peluang penting dalam pengembangan produk agribisnis di wilayah kita, dan harus dimaksimalkan untuk meningkatkan sektor agribisnis,” ujar Faizal, baru-baru ini.
Faizal juga mengungkapkan beberapa keluhan dari petani mengenai kesulitan dalam distribusi dan pemasaran hasil panen mereka, terutama setelah Idul Fitri. Menurutnya, kendala ini biasanya terjadi karena tengkulak, terutama dari Samarinda, melakukan pembenahan pasca-perayaan.
“Biasanya mereka tidak mengalami kesulitan seperti ini. Hanya saja, setelah Idul Fitri, tengkulak melakukan pembenahan, dan ini kebetulan terjadi saat momen tersebut. Ini bukan hal yang sering terjadi, hanya kebetulan,” ungkap Faizal Rahman.
Anggota Komisi B tersebut menambahkan bahwa saat ini penghasilan para petani pisang kapok sudah sangat signifikan. Mereka dapat menjual hingga 10.000 sisir pisang kapok dalam sebulan, yang menunjukkan besarnya potensi pendapatan dari budidaya ini.
“Perlindungan untuk petani sangat penting, mengingat produksi mereka yang besar. Dengan hasil yang mencapai 10.000 sisir per bulan dari lahan yang ada, kita harus memastikan petani mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak,” jelas Faizal Rahman.(*/ADV)





