Redaksi

Redaksi

Pemkab Kutim Ambil Alih Perbaikan Jalan Poros Rantau Pulung-Sangatta, Begini Tanggapan Legislator

Pemkab Kutim Ambil Alih Perbaikan Jalan Poros Rantau Pulung-Sangatta, Begini Tanggapan Legislator

Sangatta, thelimit.id – Terkait Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) yang mengambil alih perbaikan Jalan Sangatta-Rantau Pulung. Anggota DPRD Kutim, Agusriansyah Ridwan, memberikan tanggapannya.

Menurut legislator dari PKS tersebut, pemerintah yang berani mengambil langkah tersebut harus diberikan apresiasi, sebab ini memang komitmen perusahaan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang

cenderung lamban. Sedangkan diperlukan akselerasi cepat dalam Pembangunan terutama pada bidang infrastruktur.

Selain itu, pihaknya pun sudah menanyakan itu kepada Pemkab Kutim, bahwa mengapa baru sekarang mengambil kebijakan itu. Walaupun sebenarnya juga karena desakan dari masyarakat.

“Tentu itu juga karena desakan masyarakat, ya, yang semakin gencar,” tuturnya Agusriansyah, sapaan pendeknya pada Kamis (22/8/2024).

Baca juga:  Masih Banyak Kendala, Legislator Kutim Dorong Pemerintah Selesaikan Permasalahan KEK Maloy

Sementara, komitmen dari PT KPC pihaknya menganggap memang sudah layak dievaluasi dan harus diambil alih, tetapi tentu dengan melakukan hal itu melalui proses yang benar dengan memenuhi administrasi, agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran di lapangan nantinya.

Di samping itu, ia menyebutkan, jika persoalan dampak terhadap perusahaan dengan mengambil alih jalan tersebut. Agusriansyah merasa pemerintah mempunyai penilaian berbeda.

“Kan sudah ada komitmen PT KPC itu lamban dan sangat kurang terima lah artinya ada konsekuensi evaluasi dari pemerintah terhadap keberadaanya,” terangnya.

Baca juga:  Luasnya Wilayah Kutim, Abdi Firdaus Suarakan Penambahan Personel Pemadam Kebakaran di Kecamatan

Dan permasalahan mengapa kemudian pemerintah baru mengambil alih, ia mengatakan, bukan karena lemah terhadap PT KPC tetapi ada pandangan dan pertimbangan. Yang pasti kata dia,

pemerintah punya tahapan dalam hal itu.

“Ini kan sudah pernah proses dikerjakan kalau ditengah jalan kita perbaiki kemudian ada ketidak sukaan dengan pemerintah itu hal biasa. Masa apa yang dikerjakan nanti persoalannya terus,”

imbuhnya.

“Intinya ekarang lamban dilakukan, terkait pandangan juga ada karena mau pilkada katanya, biasa lah itu. yang pasti bupati punya niat baik dan harusnya di support,” tandasnya. (*/Fbt)