
Kutai Timur, Thelimit.id – Ketua Pansus (Panitia Khusus) LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Bupati Kutim (Kutai Timur), Hepni Armansyah, yang juga Anggota DPRD (Dewan Perwakilan rakyat Daerah) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengungkapkan bahwa proyek multiyears yang gagal akan segera dibahas dalam rapat komisi untuk menindaklanjuti penyebab kegagalannya. Hepni menambahkan bahwa proyek-proyek tersebut sudah tidak dapat dianggarkan lagi dan telah menjadi silpa.
“Pasar dan Masjid At-Taubah tidak menunjukkan perkembangan sama sekali selama setahun ini. Ini berarti skemanya sudah menjadi silpa nanti kita akan bahas permasalahan proyek ini dalam rapat komisi,” kata Hepni Armansyah Politisi PPP (Partai Persatuan Pembangunan)
Hepni menjelaskan bahwa tidak adanya progres dari kedua proyek tersebut, meskipun perencanaannya telah berjalan selama satu tahun, menunjukkan bahwa proyek-proyek ini tidak akan terlaksana sesuai dengan yang sudah direncanakan.
“Karena tidak ada perkembangan sama sekali, setelah setahun, proyek ini sudah kembali menjadi silpa dan tidak bisa dianggarkan lagi,” ungkap Hepni Armansyah
Hepni juga menambahkan bahwa masalah kegagalan proyek multiyears ini akan dibahas langsung dalam rapat komisi untuk mencari tahu penyebab pasti dari kegagalan kedua proyek tersebut.
“iya seperti yang saya sampaikan tadi permasalahan proyek ini akan kita bahas dalam rapat komisi, tentu kita juga akan mencari mengenai penyebab gagalnya proyek ini, karena yang kita ketahui perencanaan proyek ini sudah berjalan selama satu tahun, tapi kenyataan yang terjadi di lapangan tidak ada pergerakan sama sekali, jadi sudah pasti gagal ini, dan pasti kita akan mencari tau penyebab dari gagalnya 2 proyek ini, “ jelas Hepni Armansyah Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi PPP, yang juga Ketua Pansus LKPJ Bupati Kutim. (*/Re)





