Redaksi

Redaksi

Leni Minta Tetap Perhatikan Keluhan Masyarakat Di Perusahaan Meskipun Ada SOP

Leni Minta Tetap Perhatikan Keluhan Masyarakat Di Perusahaan Meskipun Ada SOP

Kutai Timur, Thelimit.id – Leni Angriani, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kutai Timur, baru-baru ini melakukan reses di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sandaran, Kecamatan Karangan, dan Kecamatan Kaubun. Selama kunjungan tersebut, Leni menerima banyak keluhan dari masyarakat mengenai masalah pasokan air bersih dan keterbatasan penggunaan listrik. Kamis (08/08/24)

Leni mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi yang masih banyak ditemukan di daerah pedalaman Kabupaten Kutai Timur, di mana masalah utama adalah kesulitan dalam memperoleh air bersih dan batasan pada penggunaan listrik.

“Baru-baru ini saya melaksanakan reses di tiga kecamatan, yaitu Sandaran, Karangan, dan Kaubun. Ketika saya mengunjungi Kecamatan Karangan dan turun ke salah satu perusahaan di sana, saya juga menerima keluhan mengenai kekurangan air bersih dan pembatasan penggunaan lampu dari masyarakat setempat,” ujar Leni.

Baca juga:  Anggota DPRD Kutai Timur, Yusuf Silambi, Serukan Ketersediaan Puskesmas 24 Jam

Meskipun demikian, Leni menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat banyak campur tangan dalam urusan perusahaan karena adanya SOP masing-masing perusahaan. Namun, dia menegaskan bahwa masalah yang dihadapi masyarakat tetap harus mendapatkan perhatian pemerintah.

“Kita tidak bisa terlalu banyak campur tangan dalam urusan perusahaan karena mereka sudah memiliki SOP masing-masing. Namun, permintaan masyarakat harus tetap diperhatikan karena mereka juga merupakan bagian dari masyarakat kita,” tegasnya.

Baca juga:  Legislator Minta Pemerintah Harus Pastikan Harga Bahan Pokok Aman dan Terjangkau

Leni juga menambahkan bahwa masyarakat di daerah tersebut lebih mengandalkan air hujan dan menggali tanah untuk mendapatkan air karena pasokan air dari PDAM masih sangat sulit diakses. Dia berencana untuk menjadwalkan pertemuan dengan pihak PDAM untuk mencari solusi mengenai masalah air bersih.

“Saya akan menunggu kesempatan untuk bertemu dengan pihak PDAM agar kita dapat mencari solusi bersama untuk memastikan masyarakat sekitar mendapatkan pasokan air bersih yang layak digunakan,” ungkap Leni. (*/Re)