Redaksi

Redaksi

Leni Angriani Soroti Krisis Air Bersih di Pedalaman Kutai Timur

Leni Angriani Soroti Krisis Air Bersih di Pedalaman Kutai Timur

Kutai Timur, Thelimit.id – Kebutuhan akan air bersih merupakan aspek vital dalam kehidupan sehari-hari, namun masih ada masyarakat yang belum menikmati akses terhadap air bersih yang memadai. Leni Angriani, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kutai Timur, baru-baru ini melakukan reses di pedalaman Kutai Timur untuk menyoroti masalah ini.

Leni melakukan reses di tiga kecamatan, yaitu Karangan, Sandaran, dan Kaubun. Selama kunjungannya, Leni menerima banyak laporan mengenai kekurangan air bersih dan masalah penggunaan listrik.

Saat berada di Kecamatan Karangan, Leni turun ke wilayah perusahaan untuk mengecek kondisi lapangan. Ia menyebutkan bahwa keluhan mengenai air dan listrik masih muncul di wilayah perusahaan.

Baca juga:  Kekerasan Terhadap Anak di Kutim Meningkat, Fitriyani: Laporkan

“Saya telah melakukan reses di tiga kecamatan—Sandaran, Karangan, dan Kaubun. Ketika berada di Kecamatan Karangan, saya turun ke lokasi perusahaan dan mendapati bahwa keluhan mengenai air dan listrik masih sama di sana,” ungkap Leni. Senin (05/08/24)

Leni juga mencatat bahwa masyarakat di sekitar perusahaan sering bergantung pada sumber air alami, seperti air hujan. Bahkan, mereka terpaksa menggali tanah untuk mendapatkan air yang mereka butuhkan.

“Sangat miris melihat bahwa masyarakat di sana harus mengandalkan air hujan karena sulitnya mendapatkan air bersih dari PDAM. Bahkan, mereka harus menggali tanah untuk mendapatkan air, yang berpotensi tercemar. Bagaimana dengan kesehatan mereka jika air tersebut terkontaminasi?” ujarnya.

Baca juga:  Yusuf Silambi, Desak Percepatan Program Posyandu dan Peningkatan Gizi Anak

Leni berencana untuk bertemu dengan pihak PDAM untuk mencari solusi atas masalah ini. Namun, ia juga menekankan bahwa ia tidak dapat terlalu campur tangan dalam masalah yang melibatkan perusahaan, karena perusahaan biasanya memiliki standar operasional prosedur (SOP) mereka sendiri.

“Rencana saya adalah bertemu dengan pihak PDAM untuk mencari solusi. Namun, saya juga menyadari bahwa saya tidak bisa terlalu campur tangan dalam urusan perusahaan karena mereka pasti sudah memiliki SOP masing-masing,” pungkasnya.(*/Re)