
Sangatta, thelimit.id – Alat mesin pertanian yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mangkrak. Aset tersebut diketahui sampai hari ini tidak beroperasi. Beberapa unit seperti traktor, pemotong padi, dan beberapa lainnya itu bisa digunakan.
Mengenai hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur Faizal Rachman mengungkapkan, bahwa hal itu benar adanya.
Saat pihaknya mengkonsultasikan hal itu ke lembaga yang mengurusi aset pertanian tersebut. Dikatakan bahwa kendalanya biaya perbaikan dan diketahui ada 3 unit yang mangkrak di dinas tersebut.
“Makanya itu kita bilang kalau memang itu tidak diperbaiki bagaimana kalau kita yang perbaiki tapi kita yang ambil tapi katanya nda bisa, ” ucap Faizal saat diwawancarai awak media, Rabu (12/6/2024).
Ia mengatakan, pokok pikiran dewan siap untuk menggelontorkan penormalan mesin tersebut. Dan ketika ada aset butuh perbaikan, kata Faizal, mestinya diajukan.
“Kalau memang misalkan ada aset butuh perbaikan ya diajukan, mana kita tahu kalau nggak diajukan supaya kita alokasikan biaya perawatan nya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia katakan, kalau memang dinas tersebut tidak mempunyai anggaran untuk perbaikan, maka pihaknya siap support yang penting alatnya jalan. Apalagi menurutnya, alat pengadaan itu
dilakukan pasti mempunyai pabrik,
“Sebenarnya tinggal di konsultasikan dengan pabriknya bagaimana dan anggaran yang dibutuhkan berapa. Kalau kita siap, ” ujarnya.
Sebab, sangat disayangkan ketika alat-alat itu tidak digunakan. Sekarang alat panen saja itu didatangkan dari Sulawesi ke Kaubun.
“Kalau lagi pas panen itu ada dua datang diangkut pake truck turun di Kaubun, ambil upah dari masyarkat setelah itu selesai pulang,” bebernya.
“Artinya, pengusaha saja yang tidak di danai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tertarik untuk menurunkan alatnya ke sini (Kaubun), ” Imbuhnya.
Tidak mungkin ia berani menyebrangkan alat dari Sulawesi ke Kutim kalau secara hitung-hitungan bisnis tidak menguntungkan.
“Dari Sulawesi loh itu harus nyebrang, berarti kan itu menguntungkan,” tutupnya. (*/Fbt)





