Redaksi

Redaksi

Jalan STAIS Berlumpur, Ketua STAIS: Kami Tidak Nyaman

Jalan STAIS Berlumpur, Ketua STAIS: Kami Tidak Nyaman

Sangatta, thelimit.id – Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) menghadapi tantangan serius, akibat kondisi jalan masuk kampus yang terbilang kurang layak karena genangan air yang mengenangi sejumlah area. Akibat persoalan itu mayoritas mahasiswa STAIS mengeluhkannya.

Jalan masuk STAIS, yang sebelumnya telah mengalami kerusakan, kini semakin memburuk akibat dilalui kendaraan terus menerus tanpa adanya perbaikan. Beberapa bagian jalan mengalami jalan yang berlobang akibatnya terjadi genangan air dan berlumpur di jalanan STAIS, menyulitkan akses dan keluar kampus bagi mahasiswa, dosen, dan staf.

Menanggapi hal itu, Ketua STAIS, Satria, mengungkapkan jalan ini merupakan bukan tuntutan baru, sudah sangat lama sekali. “Dari lembaga sendiri sudah Ibu usulkan, pengusulannya lewat yayasan tidak bisa kami langsung jalan ke pemerintah,” ungkapnya pada Rabu, 22 November 2023.

Baca juga:  Jelang Ramadan dan Lebaran, Dishub Bareng Multi-Pihak Pastikan Kelancaran Transportasi

Satria pun sudah mengupayakan penanganan masalah tersebut seperti memberikan usulan ke sejumlah pihak. Namun ia mengaku tak mau melangkahi yayasan, sehingga enggan menerima berbagai tawaran pembangunan karena dianggap bukan urusan lembaga. Baik itu timbunan atau proyek infrastruktur lainnya

“Kalau kami disarankan oleh yayasan sila urus saja Tridharma Perguruan Tinggi kemudian sudah jalan, tetapi justru kami tidak merasa nyaman melakukan kegiatan di lingkungan seperti ini. Sangat-sangat terganggu, mudah-mudahan hari Sabtu yayasan sudah merespons surat untuk bersedia duduk bersama untuk sama-sama kita diskusikan,” terangnya.

Ia juga telah menyurati pihak Yayasan STAIS agar senantiasa dapat menindak lanjuti surat tersebut. Di mana isi suratnya menguraikan sejumlah hal untuk pengembangan STAIS ke depannya. Meski begitu pihaknya pun sudah menempuh langkah-langkah darurat untuk mengatasi kondisi jalan yang sudah lama tak diperbaiki.

Baca juga:  Tempat Healing di Akhir Pekan, Bukit Pelangi Tawarkan Keindahan Alam Mempesona

Terpisah, akademikus STAIS, Mahfud, menuturkan perihal genangan air pada sejumlah area di kampus akhir-akhir ini mengalami genangan yang terbilang tinggi. Lantaran kondisi tersebut dapat membatasi kelancaran perjalanan, lebih jauh pengguna jalan STAIS bakal kesulitan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari.

“Keresahan pribadi sangat terganggu baru masuk pertama pemandangan sudah seperti sawah, dilihat dari kacamata pribadi saya seperti itu menganggu,” terang Mahfud.

Sebagai informasi, upaya perbaikan irigasi depan kampus STAIS yang penuh belukar juga penting menjadi perhatian para multipihak yang manjur mengatasi masalah banjir seperti tahun-tahun sebelumnya. Akibat permukaan jalan tidak rata dan di sejumlah ruas berlubang sehingga air menutupi lubang, menyebabkan mahasiswa, dosen maupun staf STAIS tak jarang jatuh karena kondisi itu.