Redaksi

Redaksi

Kapolres Kutai Timur Dorong May Day Diisi dengan Bakti Sosial, Diskusi, dan Panggung Hiburan

May Day adalah hari kebahagian bagi buruh. Pada prinsipnya Polri tidak akan mengurangi makna May Day. Polri juga selalu siap menjadi mediator dan fasilitor jika ada perselisihan industrial
Dalam suasana penuh keakbraban, AKBP Ronni Bonic didampingi Kadisnaker Roma Malau membagikan bingkisan kepada perwakilan serikat pekerja se-Kutai Timur. Foto: Che Harseno/thelimit.id

Kapolres Kutai Timur Dorong May Day Diisi dengan Bakti Sosial, Diskusi, dan Panggung Hiburan

Sangatta, thelimit.id – Kapolres Kutai Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ronni Bonic mengharapkan May Day tahun ini tidak dilakukan mobilisasi massa oleh serikat pekerja, tetapi lebih mengedepankan kegiatan bakti sosial dan diskusi.

Demikian disampaikan Ronni dalam acara Silahturahmi Kapolres Kutai Timur dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kutai Timur, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan serikat pekerja se-Kutai Timur, di Hotel Royal Victoria, Kutai Timur, Selasa, 23 April 2024.

“Seharusnya pertemuan ini terlaksana pada Ramadan lalu sambil buka bersama. Tapi karena masih dalam rangkaian pengamanan pergantian pimpinan nasional dan daerah dalam Pemilu 2024, kami baru bisa laksanakan hari ini. Kami mendukung serikat pekerja tidak melakukan unjuk rasa, tapi lebih mengedepankan bakti sosial dan diskusi,” kata Ronni di hadapan perwakilan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.

Hadir serikat pekerja dalam silahturahmi antara lain Serikat Pekerja Nasional (SPN), Federasi Pertambangan dan Energi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas, dan Umum (FSP-KEP), Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) ORICO-KPC, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), dan Serikat Buruh Sejahtera Independen (SBSI) ’92.

Baca juga:  HUT Bhayangkara ke 78 Tahun, Polri Tetap Optimal Berikan Pelayanan Terbaik di Bumi Etam

Ronni meminta May Day adalah hari kebahagian bagi buruh, sehingga pada hari tersebut bisa diisi berupa panggung hiburan. Bukan berarti kepolisian melarang pengumpulan massa untuk unjuk rasa, tapi sama-sama menjaga situasi keamanan yang kondusif.

“Pada prinsipnya, kami tidak akan mengurangi makna May Day. Polres Kutai Timur siap memfasilitasi panggung hiburan dengan bekerjasama dengan instansi terkait. Polri juga selalu siap menjadi mediator dan fasilitor jika ada perselisihan industrial,” tandas alumnus Akpol 2003 yang pernah berdinas di Ditreskrimsus Polda Kaltim.

Sementara itu, Kadisnaker Kutai Timur Roma Malau mendukung penuh acara silaturahmi yang diselenggarakan oleh Polres Kutai Timur. Menurut Roma, hubungan baik antara pemerintah dengan buruh dan pengusaha dalam tripartit, bisa mendukung kemajuan daerah karena jika ada persoalan hubungan industrial bisa diselesaikan dengan baik.

Roma juga mendorong kegiatan May Day yang adalah hari kebahagiaan para buruh menjadi momentum menguatkan kebersamaan dan silaturahmi. “Dengan hubungan baik ini, tripartit bisa mewujudkan komunikasi, silahturahmi, dan kerja sama untuk kemajuan Kutai Timur,” ujar Roma yang baru 3 bulan menjabat sebagai kepala Disnaker Kutai Timur.

Baca juga:  Setelah 2 Pengedar Diringkus, Giliran Bandar Sabu Disikat Polsek Muara Wahau

Di acara yang sama, Ketua Apindo Suriardi mengapresiasi kerja sama pengusaha dengan serikat pekerja oleh Polres Kutai Timur selama ini yang dinilai berhasil menciptakan situasi kondusif bagi pengusaha. Suriardi mengungkapkan selama kepemimpinan Ronni, banyak kegiatan May Day dilakukan dengan positif dan tidak ada aksi buruh yang mengganggu operasional perusahaan.

Begitu juga langkah yang diambil oleh Roma, Suriardi menganggap keberpihakan Roma cukup baik sehingga menguntungkan pengusaha dan juga buruh. “Terpenting bagi pengusaha adalah kondisi keamanan kondusif sehingga buruh sejahtera dan pengusaha tetap untung,” ujarnya.

Dalam sambutannya di acara yang sama, Ketua FSP-KEP Kutai Timur Basti Sangga Langi mempersilahkan para serikat untuk merayakan May Day sesuai dengan keputusan organisasi. Namun jika berbeda dengan harapan kepolisian maupun pemerintah, ia meminta agar para serikat pekerja untuk berkomunikasi dengan pihak kepolisian.

“Saya harap para serikat berkoordinasi dengan pihak kepolisian karena situasi saat ini juga sudah masuk dalam situasi menjelang pilkada serentak,” ucap Basti yang sejak 2003 menjadi ketua FSP-KEP Kutai Timur. (*/che)