wiwin febri

wiwin febri

Bahaya Money Politik, Wakil Ketua DPRD Minta Penceramah Bantu Sosialisasi

Waket II DPRD Kutai Timur, Arfan, meminta para penceramah dan ustadz untuk berperan aktif mengingatkan masyarakat bahaya money politik

Bahaya Money Politik, Wakil Ketua DPRD Minta Penceramah Bantu Sosialisasi

Sangatta, thelimit.id – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Arfan, mengajukan permintaan kepada para penceramah dan ustadz di daerahnya untuk turut berperan aktif dalam mengingatkan masyarakat tentang bahaya money politic (politik uang). Arfan meyakini bahwa peran spiritual dan keagamaan dapat menjadi kekuatan dalam membentuk kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga integritas dalam berdemokrasi.

“Barangkali ini harus disampaikan kepada masyarakat kita, mungkin boleh dipasang baliho, terus boleh nanti bisa dititipkan pesan kepada para dai atau pak ustadz, agar benar-benar masyrakat kita memahami terkait money politik,” paparnya, Senin, 20 Novermber 2023.

Baca juga:  Modus Pengajian, Pimpinan Ponpes Perkosa 41 Santriwati

Arfan menyampaikan bahwa para penceramah dan ustadz memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. Arfan menekankan perlunya menyadarkan masyarakat bahwa money politik bukanlah praktik yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan moral. Ia mengajak para penceramah dan ustadz untuk mengingatkan umat tentang pentingnya memilih pemimpin berdasarkan integritas, kapasitas, dan kompetensi, bukan atas dasar imbalan finansial.

sebelumnya Arfan menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena money politik yang masih menjadi masalah serius dalam setiap pemilihan. “Saya Berharap KPU untuk pentingnya melakukan sosialisasi mengenai money politic,” terangnya.

Baca juga:  Gurita Bisnis Sabu Jaringan Lapas Bontang di Muara Wahau

Dirinya menyerukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Timur untuk meningkatkan upaya sosialisasi terkait money politik guna mengurangi praktik tersebut dalam proses politik di daerah tersebut. Arfan menganggap sosialisasi sebagai kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan para calon terhadap dampak negatif money politik terhadap demokrasi yang sehat.

Selain sosialisasi, Arfan juga mengingatkan agar Bawaslu lebih proaktif dalam menanggapi laporan dan aduan terkait money politik. Ia berharap bahwa pemberian sanksi yang tegas kepada pelaku money politic dapat menjadi efek jera dan memberikan efek pencegahan.