wiwin febri

wiwin febri

Ketua DPRD Kutim Sebut Pendidikan Mesti Sampai Ke Pelosok

Ketua DPRD Kutim Sebut Pendidikan Mesti Sampai Ke Pelosok

Kutai Timur, Thelimit.id – Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Kutai Timur, Joni, memberikan tanggapannya terkait pembangunan infrastruktur sekolah di wilayah Kutai Timur. Joni menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur di area kota telah mencapai 100 persen dan berjalan dengan sangat baik.

Namun, Joni menegaskan bahwa perhatian kini harus difokuskan pada pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah pelosok, yang masih banyak membutuhkan penanganan. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak wilayah pelosok yang infrastruktur sekolahnya belum terpenuhi, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Alhamdulillah, di kota sudah terpenuhi 100 persen, termasuk semua lokal. Sekarang, perhatian utama kita adalah di wilayah pelosok yang masih memerlukan perbaikan infrastruktur,” ujar Joni, belum lama ini.

Baca juga:  Yusuf Silambi Soroti Kendala Politik dalam Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan

Joni juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur sekolah di pelosok Kutai Timur akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Dalam waktu dekat, akan ada alokasi anggaran khusus untuk menangani kekurangan infrastruktur di daerah-daerah tersebut.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini akan ada anggaran murni yang difokuskan untuk pembangunan infrastruktur di pelosok. Kami berharap anggaran ini dapat menutupi kekurangan yang ada,” kata Joni.

Baca juga:  Listrik dan Internet Belum Sepenuhnya Terakses, Anggota DPRD Kutim Tekankan Hal Ini

Menurut Joni, pembangunan infrastruktur sekolah di pelosok merupakan indikator penting dalam kemajuan pendidikan di Kabupaten Kutai Timur. Ia berharap dengan adanya anggaran murni tahun 2024, pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok dapat terpenuhi dengan baik, sehingga siswa-siswi di sana dapat belajar dalam lingkungan yang nyaman.

“Semoga dengan anggaran murni ini, kami bisa memenuhi kekurangan, terutama untuk ruang belajar. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di pelosok juga dapat merasakan pengalaman belajar yang aman dan nyaman,” pungkas Joni.(*/Re)