Redaksi

Redaksi

Kekerasan Terhadap Anak di Kutim Meningkat, Fitriyani: Laporkan

Kekerasan Terhadap Anak di Kutim Meningkat, Fitriyani: Laporkan

Sangatta, thelimit.id – Fitriyani, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengungkapkan tingkat kekerasan terhadap anak meningkat dan hal demikian harus dilaporkan.

“Itu kalau tingkat kekerasan pada anak memang harus dilaporkan,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Rabu (12/6/2024).

Tingkat kekerasan terhadap anak semakin meningkat di Kutim, kondisi itu menunjukkan dari beberapa kejadian yang ada. Menurut legislator dari PPP tersebut, apabila ada persoalan tersebut ia mengarahkan supaya segera dilaporkan, mengingat tempat pengaduannya pun sudah disediakan.

Kemudian ia juga mengatakan, tempat rehabilitasi juga sudah ada. Semacam rumah singgah dan itu pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutai Timur.

Baca juga:  Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Arfan, Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Air Bersih

Namun, secara aturan belum ada ketetapannya, tetapi kedepan akan dibuatkan. Sampai hari ini rumah singgah tersebut sudah berjalan dan telah ditempati untuk penitipan.

Seperti yang diketahui, beberapa pekan lalu Kutim mendapatkan penghargaan dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi atau akrab di sapa Kak Seto. Ia seorang psikolog anak yang bergerak pada ranah perlindungan anak di Indonesia.

Penghargaan itu diberikan sebab Kutim dinilai sebagai kota yang layak anak, namun hal itu berbanding terbalik. Lantaran sebagaimana Kutim hari ini masih saja terjadi kekerasan terhadap anak bahkan semakin meningkat kasusnya.

Baca juga:  Kelanjutan Usai Hearing dengan Mahasiswa, DPRD Kutim Kunjungi Asrama di Makasar

Kata Fitriyani, penilaian itu mestinya dari masyarakat, kalau pihaknya hanya menerima saja. Tetapi, kalau memang Kutim dikatakan layak anak mungkin saja indikatornya dari program yang telah dijalankan secara maksimal.

“Mungkin tidak semuanya, cuman perlu ada pembenahan lagi agar bisa efektif,” ujarnya.

Terkait persentase kekerasan terhadap anak di Kutim menurutnya, itu sudah tidak terhitung lagi, ia mengusulkan untuk lebih jelasnya silahkan ditanya kepada ketua LPAI Kutim.

“Nanti ditanyakan aja ke bu Asti ya, karena kan dia yang lebih tahu,” tutupnya. (*/Fbt)