
Sangatta, thelimit.id – Tenaga pendidik yang masih berstatus honorer sampai saat ini, Yan, legislator Kutai Timur, belum bisa menjawab. Pasalnya, program pemerintah mengenai hal itu belum ada.
“Terkait honorer saya belum bisa bicara, karena program pemerintah terkait itu belum ada,” ujarnya.
Yan, sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengungkapkan hal demikian belum lama ini saat sidang paripurna bulan lalu, di Kantor DPRD Kutim.
Bupati, Ardiansyah Sulaiman, sempat menyampaikan, bahwa seluruh Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) diupayakan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
Namun, terkait dengan honorer dirinya belum bisa bicara apa-apa, tetapi soal TK2D itu sudah jelas. Bahwa pemerintah bakal mengangkat seluruh TK2D, dengan catatan telah memenuhi syarat.
“Honorer saya belum bisa jawab karena belum dapat informasinya, tetapi terkait TK2D itu sudah pasti pemerintah akan mengangkat seluruhnya yang penting memenuhi syarat,” ungkapnya.
Tetapi kabar lain berkenaan dengan honorer Yan pernah mendengar, saat itu disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor. Pemerintah akan berkomitmen, terutama di Kaltim tidak ada penghapusan honorer.
Itu yang disampaikan Isran Noor dan sering kali ia menyebutkan persoalan itu. Yan mengatakan, tentu saja ia akan menunggu peraturan terkait yang nantinya terbit, bagaimana nanti realisasinya dan peraturan dari pemerintah pusat mengenai tenaga honorer.
“Kita akan melihat perkembangannya. Tetapi saat ini saya belum bisa menjawab karena belum ada dapat berita terkait dengan nasib honorer kita kedepan,” ucapnya.
Baginya, honorer ini sangat dibutuhkan, dan mesti harus diangkat, sebab kurangnya tenaga di tahun lalu mengakibatkan tidak ada lagi pengangkatan TK2D.
“Kita tunggu saja nanti perkembangan selanjutnya terkait dengan honorer,” tutupnya. (*/Fbt)





