Redaksi

Redaksi

Yosep Udau Anggap Faktor Kebakaran Akibat Arus Listrik Kabel yang Tidak Memenuhi Standardisasi

Yosep Udau Anggap Faktor Kebakaran Akibat Arus Listrik Kabel yang Tidak Memenuhi Standardisasi

Sangatta, thelimit.id – Terjadinya kebakaran memiliki banyak faktor, namun penyebabnya yang sering dialami adalah arus listrik atau kabel yang tidak berstandarisasi. Oleh karena itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Yosep Udau, mengimbau agar masyarakat memperhatikan ketika membeli kabel di toko.

“Memang selama ini mungkin tidak ada sosialisasi ke toko-toko, maunya dari dinas ada sosialisasi standar kabel listrik karena masyarakat tidak mengerti, asal murah mereka beli,” katanya Selasa (27/8/2024).

Saat ia ditanya oleh wartawan apakah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama ini tidak terlibat aktif dalam sosialisasi terhadap bahaya kebakaran kepada masyarakat. Yosep Udau, hanya bisa tersenyum dan mengatakan, “itu susah itu.”

Baca juga:  Faizal Rachman Bantah Dugaan Penangkapan Guraklih PDI Perjuangan Kutim

Namun, ia menyampaikan, dengan adanya Perda terkait upaya tertentu dalam menekan terjadinya kebakaran bakal mendorong multipihak dari Tingkat perdesaan maupun perkotaan.

“Iya, yang jelas itu karena terbatas anggaran selama ini setelah kita bikin perda yang mana belum masuk kita masukkan semua,” tututrnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan studi banding dalam waktu dekat ini, hal itu dilakukan guna belajar pada daerah yang sudah lebih dulu menjalankan aturan tersebut.

“Kemarin mau ke Semarang tapi tidak siap menerima karena mungkin sibuk mereka, jadi yang menerima Surakarta tanggal 24 bulan ini. Mereka sudah berjalan perdanya kita mau belajar disana kita bandingkan lah perda yang kita mau bikin kira kira kekurangan perda kita apa, kalau punya mereka lebih maju kita ikuti,” imbuhnya.

Baca juga:  Siang Geah Serukan Kolaborasi untuk Meningkatkan Akses Layanan Publik di Kutai Timur

Yosep Udau optimis setelah nantinya disahkan Perda tersebut, akan mengurangi angka kebakaran di Kutim. Ia menyebutkan, sosialisasi akan lebih digencarkan ke masyarakat dan harus rajin turun kelapangan. Sebab, Kutim ini cukup luas.

“Kita berusaha bagaimana berkurang lah kebakaran ini, dengan ketentuan yang sudah kita atur,“ terangnya. (*/Fbt)