
Kutai Timur, Thelimit.id – Leni Angriani, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, baru-baru ini melakukan reses di tiga kecamatan, yaitu Karangan, Sandaran, dan Kaubun. Selama kunjungan tersebut, Leni menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait pasokan air bersih dan keterbatasan penggunaan listrik.
Leni menjelaskan bahwa penggunaan listrik di wilayah-wilayah tersebut masih dibatasi dan tidak dapat digunakan secara penuh selama 24 jam. Selain itu, masyarakat menghadapi kesulitan dalam mendapatkan air bersih yang layak.
“Baru-baru ini, saya melakukan reses di tiga kecamatan, yaitu Karangan, Sandaran, dan Kaubun. Saat saya mengunjungi Kecamatan Karangan dan turun ke salah satu perusahaan di sana, saya mendapati banyak keluhan mengenai air dan lampu. Permintaan utama dari masyarakat di sana adalah terkait masalah tersebut,” ungkap Leni, belum lama ini.
Menurut Leni, penggunaan lampu di daerah tersebut masih sangat terbatas, dengan lampu hanya menyala hingga pukul 10.00 malam. Untuk kebutuhan air, masyarakat lebih mengandalkan air hujan atau menggali tanah karena pasokan air bersih dari PDAM masih sangat terbatas.
“Di sana, penggunaan lampu masih dibatasi, jadi lampu hanya menyala hingga jam 10 malam. Yang lebih memprihatinkan adalah masalah air; masyarakat lebih mengandalkan air hujan dan menggali tanah untuk mendapatkan air. Ini sangat mengkhawatirkan karena jika air dari galian tersebut tercemar, itu akan berdampak negatif bagi masyarakat,” jelasnya.
Leni berencana untuk berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk mencari solusi atas masalah pasokan air bersih, agar masyarakat bisa mendapatkan akses air yang layak digunakan.(*/Re)





