Redaksi

Redaksi

Anggota DPRD Kutai Timur, Yuli Sappang, Kritik Minimnya Investasi dalam Pendidikan Vokasi

Anggota DPRD Kutai Timur, Yuli Sappang, Kritik Minimnya Investasi dalam Pendidikan Vokasi

Kutai Timur, thelimit.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Yuli Sappang, menyampaikan kritik terhadap minimnya investasi pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan vokasi. Ia menilai bahwa pendidikan vokasi memegang peranan penting dalam menciptakan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri, terutama di wilayah Kutai Timur yang terus berkembang.

Menurut Yuli, pendidikan vokasi masih kurang mendapat perhatian, baik dari segi alokasi anggaran maupun program pengembangannya. “Pendidikan vokasi sangat penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan khusus yang sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, sampai saat ini, perhatian pemerintah daerah terhadap sektor ini masih minim,” ungkap Yuli. Jumlat (02/08/24)

Ia menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas pemerintah, terutama dalam hal penyediaan fasilitas yang memadai dan program-program pelatihan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja. “Kita memerlukan investasi yang lebih besar untuk membangun fasilitas pendidikan vokasi yang layak, termasuk laboratorium dan peralatan yang sesuai dengan standar industri. Ini adalah salah satu cara agar anak-anak muda kita bisa lebih siap terjun ke dunia kerja,” lanjutnya.

Baca juga:  Legislator Kutim Dorong Pengembangan Kain Tenun Khas Daerah

Selain itu, Yuli Sappang juga mendorong adanya kerjasama yang lebih erat antara pemerintah daerah dengan sektor industri lokal. “Kerjasama dengan industri sangat penting agar lulusan pendidikan vokasi bisa langsung terserap oleh pasar kerja. Pemerintah perlu mendukung kemitraan antara lembaga pendidikan vokasi dan perusahaan-perusahaan lokal, sehingga program yang ada bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Baca juga:  Faizal Rachman Ajak Warga Kutai Timur Mengenang Jasa Pahlawan di Bulan Kemerdekaan

Ia berharap pemerintah daerah Kutai Timur segera merespon kebutuhan ini dengan serius, mengingat semakin tingginya permintaan terhadap tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri. “Tanpa tenaga kerja yang terampil, sulit bagi kita untuk bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, pendidikan vokasi harus mendapat porsi anggaran dan perhatian yang lebih besar,” tutup Yuli.

DPRD Kutai Timur berharap langkah ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. (*/Re)