
Kutai Timur, Thelimit.id – SiLPA Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) terbilang cukup besar, oleh sebab itu Ketua Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Timur (Pansus DPRD Kutim) Faizal Rachman, mengundang Dinkes untuk rapat bersama membahas hal itu.
Faizal Rachman menanyakan terkait adanya SiLPA yang lumayan besar di Dinkes yang besarannya mencapai 142 miliar.
Pasalnya, di sana ada belanja pegawai. Sementara anggaran untuk belanja pegawai sudah terukur. Dan ia khawatir ada tenaga kesehatan yang tidak digaji.
“Kita khawatirkan ada tenaga kesehatan kita yang tidak digaji, karena kalau anggaran belanja pegawai kan itu sudah terukur,” ucap Faizal Kamis (27/6/2024)
Tak hanya itu, terkait belanja barang dan jasa ia juga mempertanyakan kepada Dinkes sebab SiLPAnya juga besar mencapai Rp30 miliar.
Barang dan jasa yang memuat didalamnya peralatan dan mesin, olehnya Faizal mengatakan, jika memang itu diperlukan dan dibutuhkan silahkan dilaksanakan. Namun sebelumnya ia butuh
penjelasan.
“Nah yang kita mau tanya apakah itu memang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan alatnya. Kalau
begitu kan tahun depan jika memang dibutuhkan kita alokasikan ulang, tetapi kalau tidak dibutuhkan kita alokasikan ke tempat lain,” ujarnya.
Namun, dari penjelasan Dinkes Kutim yang mengatakan, dengan total anggaran Rp707 miliar itu tidak semua di Dinkes. Tetapi, tersebar ke Rumah Sakit (RS) Kudungga, dan RS Sangkulirang.
“Semua akutansinya memang di Dinkes, tetapi SiLPA yang Rp142 miliar itu bukan di kesehatan semua,”ucap pihak Dinkes.
Lebih jauh pihak Dinkes menjelaskan, SiLPA yang besar di belanja pegawai karena rencananya akan menjalankan operasional RS Muara Bengkal. Tetapi karena tidak jadi terlaksana maka dari itu
terserap.
“Nah dijelaskan tadi yang besar silpanya belanja pegawai karena rencanaya mau jalankan operasional RS nya muara bengkal, itu kan sudah di pushkan anggaran dan gajinya karena tidak jadi makanya tidak terserap” kata pihak Dinkes ke Faizal
Tetapi anggota DPRD Faizal Rachman mengatakan, sisanya masih ada Rp28 Miliar hal itu juga
dipertanyakan kepada Dinkes Kutim, maka dari itu, ia meminta kepada Dinkes agar menyurat terkait hal tersebut. Sisanya pihaknya akan menanyakan kepada RS Kudungga dan RS Sangkulirang. (*/Fbt)





