Redaksi

Redaksi

Faizal Rachman Dukung Pengembangan Budidaya Maggot

Faizal Rachman Dukung Pengembangan Budidaya Maggot

Sangatta, thelimit.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Komisi B Faizal Rachman mendorong serta mendukung pengembangan budidaya maggot.

Namun, saat ini pengembangan budidaya maggot oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) mengalami kendala. Pasalnya, pasokan pakan yang disukai maggot yakni solid sawit sulit untuk mendapatkannya.

Oleh karena itu, DTPHP meminta agar ada dorongan dari DPRD Kutim untuk bisa mendapatkan akses solid sawit tersebut.

Tetapi, Faizal mengatakan, jika ada ide atau program seperti itu yang memang diperlukan dan berpotensi di wilayah Kutim harusnya berkomunikasi dengan Bupati.

Baca juga:  Legislator Kutim Apresiasi Pelatihan Juleha 2024 Jelang Hari Raya Kurban

“Kalau ada ide dan program seperti itu harusnya kan eksekutif sebagai eksekutor komunikasi ke atasannya pak bupati. Kalau memang program itu diperlukan potensi komunikasi kan dan libatkan bupati karena dia atasan tertingginya,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Rabu (12/6/2024).

Hal itu, mestinya disampaikan ke bupati, sebab kalau DPRD yang ditanya jelas pihaknya mensupport, apalagi itu alternatife agar tidak bergantung pada pakan jagung yang selama ini digunakan.

Terobosan seperti itu harus dilakukan, sebab itu adalah alternatif, disamping biaya kosnya juga tidak terlalu mahal dibanding pakan jagung.

Baca juga:  Joni Tekankan Penyelesaian Tepat Waktu untuk Proyek Multiyears dan Aturan Pembayaran

“Jika itu memang diperlukan dan sudah ada penelitian nya itu kan bisa diundang, kalau saya sih kalau memang mau dan ini mau dijadikan gerakan masif, apasih susahnya bupati mengundang semua

pimpinan-pimpinan perusahaan itu untuk bicarakan masalah ini, “tuturnya.

Jika memang itu menjadi visi besar kenapa bupati tidak membuat sebuah terobosan untuk menindaklanjuti hal tersebut. Sebelum berbicara lebih jauh.

Dari pihak DPRD yang jelas siap support dan mendorong, tetapi inisiatif nya harus dari lembaga eksekutif karena memang yang paham secara teknis itu adalah eksekutif. (*/Fbt)