Redaksi

Redaksi

Kelompok Tani di Sangatta Selatan Panen Benih Padi 4,8 Ton, Bupati: Tonggak Sejarah!

Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi Ketua DPRD Kutai Timur Joni, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, dan stakeholder memanen benih padi di Sangatta Selatan. Foto: Che Harseno/thelimit.id
Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi Ketua DPRD Kutai Timur Joni, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, dan stakeholder memanen benih padi di Sangatta Selatan. Foto: Che Harseno/thelimit.id

Kelompok Tani di Sangatta Selatan Panen Benih Padi 4,8 Ton, Bupati: Tonggak Sejarah!

Sangatta Selatan, thelimit.id – Sebanyak 4,8 ton hasil panen benih padi sawah milik Kelompok Tani Umbut Aren, di Desa Sangatta Selatan, pada Senin (22/42024) jadi peristiwa bersejarah pada sektor pertanian Kutai Timur (Kutim). Kehadiran Bupati Kutim, H Ardiansyah Sulaiman, dalam momen itu merupakan tanda yang memperkuat raihan sebuah prestasi.

Ardiansyah Sulaiman bahkan secara aktif turut berpartisipasi saat proses panen benih padi sawah di penangkaran kelompok tani Poktan Umbut Aren. Ketika itu, ia tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para petani dan semua pihak yang sudah mendukung kemajuan pertanian di daerah tersebut.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada kelompok tani Umbut Aren atas kesuksesan panen hari ini. Capaian mereka yang awalnya 3 ton telah meningkat pesat menjadi 4,8 ton,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman di hadapan para undangan yang turut menyaksikan kegiatan tersebut, antara lain Ketua DPRD H Joni, Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, Camat Sangatta Selatan Abbas, Lukas Tri Wandoyo dari manajemen Pertamina EP Sangatta, Kepala Balai P2 Sangatta Selatan Solehuddin dan para undangan lainnya.

Baca juga:  Seleksi Paskibraka Kutim Beralih ke Kesbangpol, Sistem Baru Lebih Ketat dan Transparan

Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa hasil panen ini akan dijadikan benih padi untuk musim tanam berikutnya. Dia menekankan pentingnya kemandirian petani dalam penyediaan benih, mengingat keterlambatan distribusi benih seringkali menjadi kendala utama.

“Tidak hanya sekadar menunggu hasil panen, kami mendorong agar sawah-sawah ini dimanfaatkan sebagai objek wisata pertanian. Kelompok tani dapat mengelolanya sendiri sebagai agrowisata, seperti yang telah sukses dilakukan di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun,” tambahnya.

Bupati juga berharap agar pihak Pertamina, yang memiliki operasi di wilayah Sangatta Selatan, dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pertanian, terutama dalam memajukan potensi agrowisata di lahan Poktan Umbut Aren.Dalam konteks pengembangan benih padi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan Kutim Dyah Ratnaningrum, menegaskan bahwa saatnya Kutim memproduksi benih padi sendiri, tanpa perlu bergantung pada pasokan dari pusat.

Baca juga:  Tempat Healing di Akhir Pekan, Bukit Pelangi Tawarkan Keindahan Alam Mempesona

“Dengan penangkaran benih, kita bisa memastikan ketersediaan benih yang berkualitas sesuai dengan tujuan prioritas Bupati Kutim dalam penyediaan bibit untuk pertanian,” ungkapnya.

Tak lupa, pemerintah juga turut serta dalam penyediaan pupuk bagi para petani, yang turut berkontribusi dalam peningkatan hasil panen seperti yang dialami oleh Poktan Umbut Aren.”Dengan dukungan pupuk yang memadai, hasil panen yang luar biasa seperti ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan sinergi antara pemerintah dan petani dapat menghasilkan prestasi gemilang dalam sektor pertanian,” tutupnya.

Panen benih padi sawah sebanyak 4,8 ton di lahan Poktan Umbut Aren bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga merupakan tonggak sejarah dalam mengangkat potensi pertanian. Sebagai bagian integral dari pariwisata lokal, yang semakin mengukuhkan Kutim sebagai salah satu pusat pertanian terdepan di masa datang. (*/Edi)