Sangatta, thelimit.id – Melalui kerja sama dengan Satuan Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur memastikan aktivitas selama bulan suci Ramadan dan arus mudik Lebaran tahun ini berlangsung aman. Hal itu dilakukan demi mengatasi kemacetan yang kerap terjadi selama bulan Ramadan hingga saat menunaikan tradisi pulang ke kampung halaman.
Dishub juga akan bekerja sama dengan beberapa instansi seperti kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, badan bencana, Pemadam Kebakaran, dan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia dalam upaya menjaga keamanan dan kelancaran jalur transportasi selama bulan suci Ramadan dan masa mudik Lebaran.
Soal kemacetan pada sejumlah titik, Kepala Dishub Kutai Timur, Joko Suripto, mengatakan, “Dimana masyarakat melakukan persiapan sehingga mengakibatkan kemacetan dan ini sudah menjadi kebiasaan setiap bulan suci Ramadan.”
Bulan suci Ramadan juga selalu menjadi momen bagi banyak warga yang ingin pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Oleh karena itu, diprediksi bahwa arus mudik akan mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran.
Menanggapi hal ini, Kepala Dishub mengungkapkan selama arus mudik nanti, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pemudik mulai H-10 mendekati Lebaran. Karena prediksi tersebut, Dishub Kutai Timur telah melakukan persiapan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, termasuk mengoptimalkan transportasi umum dan memastikan ketersediaan kendaraan yang memadai.
Di samping itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, Dishub juga akan melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang digunakan sebagai transportasi angkutan umum. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan keamanan dan kelayakan kendaraan yang digunakan oleh masyarakat.
“Dishub selalu melakukan rumchek atau pemeriksaan kendaraan untuk transportasi angkutan umum,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil tersebut, diharapkan bahwa pelayanan dan pengamanan selama bulan suci Ramadan dan periode mudik Lebaran di Kabupaten Kutai Timur dapat berjalan dengan baik. Termasuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna menjaga kelancaran dan keamanan jalur transportasi, serta memberikan pelayanan yang optimal bagi pemudik dan pengguna jalan lainnya.
Melansir laman dephub.go.id, Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi telah menggelar survei potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024.
Hasil survei mengenai arus perjalanan mudik tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3 persen atau 39,32 juta, bus 19,4 persen atau 37,51 juta, sedangkan mobil pribadi 18,3 persen alias 35,42 juta, kemudian sepeda motor sebesar 16,07 persen atau sebanyak 31,12 juta.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memaparkan adanya tren pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat pesat dibandingkan potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang. (*/Edi)





