
Kutai Timur, thelimit.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Yusuf Silambi, meminta percepatan program Posyandu dan peningkatan gizi bagi anak-anak di Kutai Timur. Ia menyoroti rendahnya akses terhadap layanan kesehatan dasar untuk ibu dan anak di beberapa wilayah yang berkontribusi pada tingginya angka stunting dan gizi buruk.
Yusuf menyampaikan bahwa perbaikan dalam layanan Posyandu serta program gizi anak harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Layanan Posyandu yang seharusnya menjadi ujung tombak kesehatan ibu dan anak masih belum maksimal di banyak wilayah. Ditambah lagi, masalah gizi buruk dan stunting di daerah ini sangat memprihatinkan. Kita perlu tindakan yang lebih cepat dan terarah,” ujarnya. Selasa (06/08/24)
Menurutnya, penanganan masalah gizi dan kesehatan anak-anak adalah investasi masa depan yang harus segera dilaksanakan untuk menjamin generasi muda yang sehat dan produktif. “Kesehatan anak-anak adalah fondasi bagi masa depan daerah kita. Pemerintah harus memberikan alokasi anggaran yang lebih besar dan memastikan program-program ini sampai ke seluruh wilayah, terutama daerah terpencil,” tegas Yusuf.
Ia juga mendesak agar program peningkatan gizi menjadi perhatian serius, dengan penyaluran bantuan gizi yang tepat dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi bagi anak-anak. “Program-program yang sudah ada perlu diperluas dan difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki angka stunting tinggi. Edukasi dan pemberian asupan gizi yang memadai harus segera dilakukan secara terstruktur,” lanjutnya.
Yusuf berharap pemerintah daerah Kutai Timur dapat segera melakukan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan gizi bagi anak-anak. “Setiap anak di Kutai Timur berhak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan layanan kesehatan yang memadai. Kita tidak bisa menunda lagi program-program yang menyangkut masa depan mereka,” tutupnya.
DPRD Kutai Timur mendorong percepatan ini sebagai bagian dari upaya mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerah tersebut, dengan harapan generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan kuat. (*/Re)





